Lima Persiapan Ramadhan

Menjelang ramadhan tiba kita harus mempersiapkan segala sesuatunya, karena bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa yang sangat dirindukan kehadirannya. Dalam menyambut ramadhan ada lima persiapan yang harus kita lakukan yaitu :

Pertama, persiapan ilmu. Agar kegiatan ramadhan kita dapat maksimal kita juga harus memiliki wawasan yang luas dan pemahaman yang benar mengenai bulan ramadhan ini, seperti mengikuti majelis- majelis ilmu yang membahas tentang ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebelum, selama dan pasca Ramadhan.

Kedua, persiapan semangat. Kita harus memiliki semangat yang kuat untuk bisa mengawali bulan puasa ini dengan cara memperbanyak ibadah-ibadah sunah, agar ketika kita memasuki bulan ramadhan kita sudah terbiasa dengan berbagai kebaikan dan jauh dari keburukan.

Ketiga , persiapan fisik. Aktifitas yang kita lakukan di bulan ramadhan memerlukan fisik yang kuat dari bulan-bulan sebelumnya, agar kemuliaan yang kita terima dari Allah SWT juga maksimal. Kita harus membiasakan hidup sehat dengan mengatur pola makan, istirahat dan beraktifitas secara seimbang, serta cukup berolah raga, agar tubuh kita prima saat ramadhan tiba.

Keempat, persiapan harta. Sebaiknya sebelum ramadhan tiba kita harus mempersiapkan harta agar ketika ramadhan tiba kita lebih fokus untuk beribadah. Harta tersebut kita gunakan untuk melipatgandakan sedekah atau infaq kita di bulan Ramadhan, karena akan lebih banyak pahala ketika kita bersedekah di bulan ramadhan.

Kelima, persiapan target peningkatan diri. Pembuatan target capaian bulan ramadhan akan memacu kita untuk beramal lebih baik lagi dari sebelumnya, seperti mengkhatamkan al-quran atau menghafalnya. Selain untuk pribadi, dalam keluarga atau organisasi kita-pun sebaiknya juga dirancang target-target bersama yang akan dicapai di bulan ramadhan ini.

Paper anatomi sistem respirasi

PENDAHULUAN

Latar Belakang

 

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia secara keseluruhan mulai dari kepala sampai ujung kaki. Struktur tubuh manusia sangat penting untuk diketahui karena hal ini akan berhubungan dengan sesuatu yang terjadi pada tubuh. Dalam struktur tubuh  manusia terdapat beberapa sistem, salah satunya  adalah sistem respirasi/pernafasan. Organ yang berperan penting dalam proses respirasi adalah paru – paru/pulmo. Sistem respirasi terdiri dari hidung/nasal, faring, laring, trakea, brokus, bronkiolus, dan alveolus.

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O²) yang yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru. Pernapasan sangat penting bagi kelanjutan hidup manusia. Apabila  seseorang tidak bernafas dalam beberapa saat, maka orang tersebut akan kekurangan oksigen (O²)  hal ini dapat mengakibatkan orang tersebut kehilangan nyawanya. Dalam makalah ini penulis akan membahas  anatomi sistem pernafasan.

Tujuan

 

1.    Mengetahui organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia.

2.    Mengetahui letak organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia secara spesifik.

3.    Mengetahui bagian-bagian dari organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia.

4.    Mengetahui bentuk dari organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia.

5.    Mengetahui fungsi secara umum dari organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia.

 

 

 

 

 

RUMUSAN MASALAH

1.    Apa saja organ yang termasuk ke dalam sistem repirasi manusia ?

2.    Dimanakah letak organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia ?

3.    Terdiri dari bagian apa sajakah organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia ?

4.    Bagaimanakah bentuk dari organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia ?

5.    Apa saja fungsi dari organ yang termasuk ke dalam sistem respirasi manusia ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LANDASAN TEORI

 

Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut. Dalam bernapas setiap sel dalam tubuh menerima persediaan oksigennya dan pada saat yang sama melepaskan produk oksidasinya. Oksigen yang bersenyawa dengan karbon dan hidrogen dari jaringan memungkinkan setiap sel  melangsungkan sendiri  proses metabolismenya, yang berarti pekerjaan selesai dan hasil buangan dalam bentuk karbondioksida dan air dihilangkan.  Pernapsan merupakan proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan di dalam paru-paru atau “pernapsan luar”.

Sistem respirasi merupakan sistem yang didalamnya terjadi proses masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru, proses pertukaran gas, serta proses penggunaan oksigen dan karbondioksida oleh sel (Sylvia S. Mader 2001).
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas. Jalannya udara pernapasan pertama-tama udara masuk melalui lubang hidung, melewati nasofaring, melewati oralfaring, melewati glotis, masuk ke trakea, kemudian masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus, bronchiolus, dan udara berakhir pada ujung bronchiolus berupa gelembung yang disebut alveolus.
Pertukaran udara yang sebenarnya hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar 300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar 1 kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapsan perut. Pernapsan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga dengan pernapasan perut. Adapun mekanisme pernapsan dada adalah sebagai berikut.

Mekanisme pernapasan dada

  1. Fase inspirasi pernapsan dada

Otot antar tulang rusuk (mukus intercostalis eksternal ) berkontraksi, tulang rusuk terangkat (posisi datar), paru-paru mengmbang, tekanan udara dalam paru-paru mengembang, tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil daripada tekanan udara luar, kemudian udara masuk ke paru-paru.

  1. Fase ekspirasi pernapasan dada

Otot antar tulang rusuk relaksasi, tulang rusuk menurun, paru-paru menyusut, tekanan udra dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar, udara keluar dari paru-paru.

Mekanisme pernapasan perut

  1. Fase inspirasi pernapasan perut

Sekat rongga dada (diafragma) berkontraksi, posisi dari melengkung menjadi datar, paru-paru mengembang, tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar, udara masuk

  1. Fase ekspirasi pernapasan perut

Otot diafragma relaksasi, posisi dari mendatar kembali melengkung, paru-paru mengempis, tekanan udara di paru-paru lebih besar dibandingkan tekanan udara luar, udara keluar dari paru-paru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

Hidung

Hidung merupakan saluran udara yang pertama saat bernafas, mempunyai dua lubang (cavum nasi), dipisahkan oleh sekat hidung (septum nasi). Didalam terdapat bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran-kotoran yang masuk kedalam lubang hidung. Bagian luar dinding hidung terdiri dari kulit, lapisan tengahnya terdiri dari otot-otot dan tulang rawan, dan lapisan dalamnya terdiri dari selaput lendir yang berlipat-lipat yang dinamakan karang hidung atau konka nasalis yang berjumlah tiga buah, yaitu :

a) konka nasalis inferior

b) konka nasalis media

c) konka nasalis superior

d) konka nasalis suprema

Konka yang terbesar dan letaknya paling bawah adalah konka inferior, kemudian yang lebih kecil adalah konka media, yang lebih kecil lagi konka superior, sedangkan yang terkecil adalah konka suprema dan konka suprema biasanya rudimenter. Diantara konka-konka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang dinamakan dengan meatus.

Tergantung dari letak meatus, ada tiga meatus yaitu meatus superior (lekukan bagian atas), meatus medialis (lekukan bagian tengah) dan meatus inferior (lekukan bagian bawah). Meatus-meatus inilah yang dilewati oleh udara pernafasan, sebelah dalam terdapat lubang yang berhubungan dengan tekak, lubang ini disebut koana.

Dasar dari rongga hidung dibentuk oleh tulang rahang atas, keatas rongga hidung berhubungan dengan beberapa rongga yang disebut sinus paranasalis, yaitu sinus maksilaris pada rongga rahang atas, sinus frontalis pada rongga tulang dahi, sinus sfenoidalis pada rongga tulang baji dan sinus etmodialis pada rongga tulang tapis. Pada sinus etmodialis, keluar ujung-ujung saraf penciuman yang menuju ke konka nasalis. Pada konka nasalis terdapat sel-sel penciuman, sel tersebut terutama terdapat di bagian atas. Pada hidung di bagian mukosa terdapat serabut-serabut syaraf atau respektor dari saraf penciuman disebut nervus olfaktorius. Disebelah belakang konka bagian kiri kanan dan sebelah atas dari langit-langit terdapat satu lubang pembuluh yang menghubungkan rongga tekak dengan rongga pendengaran tengah, saluran ini disebut tuba auditiva eustaki, yang menghubungkan telinga tengah dengan faring dan laring. Hidung juga berhubungan dengan saluran air mata disebut tuba lakminaris.

Fungsi hidung, terdiri dari :

1. bekerja sebagai saluran udara pernafasan

2. sebagai penyaring udara pernafasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung

3. dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa

4. membunuh kuman-kuman yang masuk, bersama-sama udara pernafasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir (mukosa) atau hidung (Sloane 2003).

Faring

Faring merupakan percabangan dua saluran, yaitu saluran tenggorokan (nasofaring) yang merupakan saluran pernapasan, dan saluran kerongkongan (oralfaring) yang merupakan saluran pencernaan. Faring mempunyai tiga bagian yaitu nasopharinx, oropharynx, dan laryngopharynx (Sylvia S. Mader 2001).

Laring (pangkal tenggorokkan)

Laring adalah bagian dari saluran pernafasan bagian atas yang merupakan suatu rangkaian tulang rawan yang berbentuk corong dan terletak setinggi vertebra cervicalis IV – VI, dimana pada anak-anak dan wanita letaknya relatif lebih tinggi. Laring pada umumnya selalu terbuka, hanya kadang-kadang saja tertutup bila sedang menelan makanan.

Lokasi laring dapat ditentukan dengan inspeksi dan palpasi dimana didapatkannya kartilago tiroid yang pada pria dewasa lebih menonjol kedepan dan disebut Prominensia Laring atau disebut juga Adam’s apple atau jakun.

Batas-batas laring berupa sebelah kranial terdapat Aditus Laringeus yang berhubungan dengan Hipofaring, di sebelah kaudal dibentuk oleh sisi inferior kartilago krikoid dan berhubungan dengan trakea, di sebelah posterior dipisahkan dari vertebra cervicalis oleh otot-otot prevertebral, dinding dan cavum laringofaring serta disebelah anterior ditutupi oleh fascia, jaringan lemak, dan kulit. Sedangkan di sebelah lateral ditutupi oleh otot-otot sternokleidomastoideus, infrahyoid dan lobus kelenjar tiroid.

Laring berbentuk piramida triangular terbalik dengan dinding kartilago tiroidea di sebelah atas dan kartilago krikoidea di sebelah bawahnya. Os Hyoid dihubungkan dengan laring oleh membrana tiroidea. Tulang ini merupakan tempat melekatnya otot-otot dan ligamenta serta akan mengalami osifikasi sempurna pada usia 2 tahun.

Secara keseluruhan laring dibentuk oleh sejumlah kartilago, ligamentum dan otot-otot  ( Sofyan 2011).

 

Trakea

Trakea merupakan tabung berongga dan fleksibel yang disokong oleh cincin kartilago, dan memiliki panjang kurang lebih 10cm dan lebar 2,5 cm, sedikit lebih pendek dari esofagus. Panjang trakea beragam menurut umur dan fase pernapasan. Trakea berawal dari kartilago krikoid yang berbentuk cincin stempel dan meluas ke anterior pada esofagus, turun ke dalam thoraks di mana ia membelah menjadi dua bronkus utama pada karina. Karina adalah bubung di dalam trakea pada bifurkasio (percabangan) trakea. Bubung ini dibentuk oleh tonjolan ke belakang dan sedikit ke bawah pada rawan trakea yang terakhir. Bubung ini merupakan penanda selama bronkoskopi, yaitu membatasi ujung atas bronkus besar kiri dan kanan. Biasanya karina berada di kiri bidang median. Bagian teratasnya kadang berupa membran dan bukan rawan (O’Rahilly 1995).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  Gambar Trakea

Trakea terdiri dari 16-20 cartilago berbentuk C yang dihubungkan oleh jaringan fibrosa. Trakea terdapat serat elastik yang tersusun memanjang yang memungkinkan trakea diregang dan turun bersama tampuk paru selama inspirasi. Kelenturannya ini membantu dalam menguncupnya paru pada ekspirasi. Konstruksi  trakea sedemikian rupa sehingga tetap terbuka pada semua posisi kepala dan leher. Pembuluh darah besar pada leher berjalan sejajar dengan trakea di sebelah lateral dan terbungkus dalam selubung karotis. Trakea bergerak bersama gerak laring pada pernapasan, maka percabangan ini pun naik turun. Kelenjar tiroid terletak di atas trakea di sebelah depan dan lateral. Ismuth melintas trakea di sebelah anterior, biasanya setinggi cincin trakea kedua hingga kelima. Saraf laringeus rekuren terletak pada sulkus trakeoesofagus. Di bawah jaringan subkutan dan menutupi trakea di bagian depan adalah otot-otot supra sternal yang melekat pada kartilago tiroid dan hyoid (Davis 2007).

 

Bronkus

 

Bronkus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima, mempunyai struktur serupa dengan trachea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus itu berjalan ke bawah dan ke samping ke arah tampak paru. Bronkus kanan  lebih pendek dan lebih lebar, dan lebih vertikal daripada yang kiri, sedikit lebih tinggi dari arteri pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang utama lewat di bawah arteri, disebut bronkus lobus atas (bronkus primer); cabang kedua timbul setelah cabang utama lewat di bawah arteri disebut bronkus lobus bawah. Bronkus lobus tengah (bronkus sekunder) keluar dari bronkus lobus bawah (bronkus tersier) (O’rahilly1995). Bronchus kiri lebih panjang dan lebih langsing dari yang kanan, dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelum di belah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke lobus atas, tengah dan bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Bagian dari Bronkus

 

Dinding bronkus terdiri atas lapisan jaringan ikat, lapisan jaringan epitel, otot polos dan cincin tulang rawan. Kedudukan bronkus yang menuju kekiri lebih mendatar dari pada ke kanan. Hal ini merupakan salah satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.

Trakea terbelah menjadi dua bronkus utama : bronkus ini bercabang lagi sebelum masuk paru-paru. Dalam perjalanannya menuju paru-paru, bronkus pulmonaris bercabang dan beranting banyak sekali. Saluran besar yang mempertahankan struktur serupa dengan yang dari trakea mempunyai dinding fibrusa berotot yang mengandung bahan tulang rawan dan dilapisi epitelium bersilia. Makin kecil salurannya, makin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrusa berotot dan lapisan silia.

Bronkus ukurannya semakin kecil, sampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis. Bronkhiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm. Bronkhiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Bronkus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut vestibula dan di sini membran pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Dari vestibula berjalan beberapa infundibula dan di dalam didindingnya dijumpai kantong alveolus (O’rahilly 1995). Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.

 

Gambar dari akhiran sebuah bronkiolus di dalam alveoli

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar secara nyata dari organ trakea, bronkus, dan bronkiolus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

O’rahilly, Ronan. 1995. Anatomi Kajian Ranah Tubuh Manusia. Jakarta: UI-Press.

Anonim. 2009. Anatomi dan Fisiologi Saluran Pernapasan.[terhubung berkala] http://nursingbegin.com/anatomi-fisiologi-saluran-pernafasan/  (25 Mei 2012).

Paramedis

 

Mader, Sylvia S. 2001. Understanding Human Anatomy & Phsiology. North America. McGraw-Hill.

Sofyan, Ferryan. 2011. Embriologi, Anatomi, dan Fisiologi Laring. Sumatera Utara. Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Fakultas kedokteran USU.

Anonim. 2010. SISTEM RESPIRASI PADA MANUSIA. http://www.duniaedukasi.net/2010/05/sistem-respirasi-pada-manusia.html (25 Mei 2012).

Philadelphia, F.A. Davis. 2007.  Essentials of Anatomy and Physiology, ed 5. North America : Scanlon.

 

 

 

 

I14110046 NADYA NOERANI
I14110047 EKHSANIKA MEINDRA A
I14110048 RESHA PUJI LESTARI
I14110049 NISA MAWADATURROHMAH
I14110050 SHABIRA UTAMI P E

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERTANIAN INDONESIA

Pertanian mempunyai peran penting dalam negara kita tercinta yaitu Indonesia, karena Indonesia merupakan negara agraris dimana pembangunan di bidang pertanian menjadi prioritas utama karena hampir sebagian rakyat Indonesia bercocok tanam, selain itu Indonesia juga merupakan salah satu negara yang memberikan komitmen tinggi terhadap pembangunan ketahanan pangan sebagai komponen strategis dalam pembangunan nasional.

Indonesia termasuk negara kepulauan, maka dari itu banyak sekali hasil pertanian Indonesia dari setiap daerahnya Berbagai jenis hasil pertanian di indonesia telah di akui negara lain, ladang sawahnya pun luas dimana mana. Pertanian juga sagat penting bagi kelangsungan hidup kita, bagaimana tidak kita makan dari hasil pertanian karena makanan pokok negara indonesia adalah nasi selain itu jg banyak pendukung lainnya seperti buah-buahan sayur mayur dan masih banyak lagi dan selama manusia masih hidup di bumi ini pasti tidak akan lepas dari pertanian . Di zaman yang sudah maju ini pertanian Indonesia sudah modern, banyak produk produk baru yang di hasilkan oleh pertanian Indonesia. Masalah demi masalah telah dialami oleh pertanian indonesia negara kita juga pernah mengimpor beras dari luar negeri, padahal disisi lain juga kita penghasil beras seperti di kota cianjur sebagai penghasil beras terbaik di Indonesia.

Institut Pertanian Bogor adalah satu-satunya universitas yang mempelajari tentang ilmu pertanian secara luas, tidak hanya ilmu pertanian saja, banyak ilmu ilmu yang dipelajari disana. Sebagai generasi muda penerus bangsa, sudah seharusnya kita kembali untuk lebih peduli terhadap alam kita dan lebih mendalami dunia pertanian, negara kita Indonesia tercinta, agar negara kita tidak menjadi negara pengimpor tetapi harus menjadi negara pengekspor dan selalu cinta produk Indonesia. Sesuai dengan mimpi, saya ingin mengejar cita-cita saya di Institut Pertnian Bogor, semoga Allah SWT mengijinkan dan selalu melindungi saya untuk terus menggali ilmu pengetahuan di IPB. Semoga Allah menjaga bangsa ini serta menjadikannya bangsa yang Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Ghafuur,, amiin.

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!